Select your language

    Translate from:

    Translate to:

Testimonials

Kopi Luwak Nusantara memang top! Kopi Arabika Gayo nya nikmat sekali! Aku yang tadi nya tidak terlalu suka kopi, sekarang jadi penggemar Kopi Luwak...
Sugianto, Surabaya

Gallery

kl-tribe-jakarta-2013-2 screening process feces-found-in-plantations-1 KOPI LUWAK Meeting at ITPC Vancouver KOPI LUWAK KOPI LUWAK kl-tribe-jakarta-2013-1

Mengenai Binatang Luwak

Kopi Luwak, ‘Why’ would one buy this super expensive coffee?

Kopi Luwak coffee comes from the Indonesian island of Sumatra, an area well-known for its excellent coffee. Also native to the area is a small civet-like animal called a Paradoxurus. That’s the scientific name, the locals call them luwaks.

These little mammals live in the trees and one of their favorite foods is the red, ripe coffee cherry although coffee bean is not their main food. They eat the cherries, bean and all. While the bean is in the little guy’s stomach, it undergoes chemical treatments and fermentations. The coffee bean finishes its journey through the digestive system, and exits. The still-intact beans are collected from the forest floor, and are cleaned, then roasted and ground just like any other coffee.

kopi luwak

The resulting coffee is said to be like no other. This civet coffee or cat poop’s coffee has a rich, full body, heavy flavor with hints of vanilla or caramel or chocolate. Other terms used to describe it are earthy, musty and exotic. The body is almost syrupy and it’s very smooth. Kopi Luwak or Luwak Coffee also has a very strong and long after taste.

One must wonder about the circumstances that brought about the first cup of Kopi Luwak coffee. Who would think to (or even want to) collect and roast beans out of animal feces? Perhaps a native figured it was easier to collect the beans from the ground this way, rather than having to work harder and pick them from the trees? We’ll likely never know. But because of the strange method of collecting, there isn’t much Kopi Luwak produced in the world. Our average total monthly production is only around 300 kilograms of beans.

kopi luwak

 

Because of the rarity of this coffee, the price is quite outrageous.  Some more adventurous coffee houses are selling it by the cup, but you won’t likely find it at your local coffee shop just yet. The coffee is spectacular that it’s truly worth that amount of money. You are paying for the experience of enjoying such an unusual and rare delicacy.

Are you? :)

 

 

Kopi Luwak – Civet Coffee – Luwak Coffee – Cat Coffee – Cat poop Coffee

kopi luwakYa… judul diatas merupakan berbagai macam jenis sebutan untuk Kopi Luwak. Kopi Luwak memang sangat fenomenal. Rasa nya yang luar biasa membuat semua orang tergila-gila terhadap Kopi Luwak Indonesia.

Keistimewaan Kopi Luwak terletak pada proses fermentasi yang terjadi dalam perut Luwak. Luwak hanya memilih biji kopi terbaik dari yang terbaik. Luwak tidak hanya memakan biji yang terlihat merah saja, melalui indra penciuman nya yang tajam, luwak mampu memilih biji kopi merah yang paling terbaik, dan hanya biji tersebut yang dikonsumsi oleh Luwak.

Jika Luwak di berikan satu nampan biji kopi, paling-paling luwak hanya makan 30-40% saja dari seluruh biji kopi dalam nampan tersebut. Proses fermentasi dalam perut luwak mampu menghasilkan kopi dengan kadar kafein hanya 0,5% saja, jauh berbeda dari biji kopi biasa. Oleh karena itu, minum kopi luwak tidak membuat orang sulit tidur.

Continue reading

Pemeliharaan binatang luwak

Memelihara seekor luwak relatif lebih mudah dibandingkan merawat seekor kucing peliharaan. Pasalnya, luwak lebih tahan terhadap penyakit, seperti bulu rontok dibandingkan dengan kucing. Selain itu kebutuhan pakan luwak tidak terlalu mahal. Jika hendak memelihara luwak, sebaiknya seluruh aktifitas pada masa pemeliharaan dilakukan secara teratur dan tercatat. Pencatatan yang harus di lakukan diantaranya waktu pemberian pakan, bobot pakan luwak ketika di beri makan, jumlah feses setiap hari, dan jenis pakan kesukaan setiap luwak. Semua catatan sebaiknya disimpan dan diarsipkan sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam membuat rencana pemberian buah kopi kepada setiap luwak.

kopi luwak

Hipotesis sementara penulis berdasarkan pengalaman memelihara luwak dan mengikuti pelatihan pemeliharaan luwak, pola pakan berupa buah kopi segar sebaikanya dilakukan dua atau tiga hari sekali.

Continue reading

Kopi Luwak Liar dan Penangkaran, mana yang lebih baik?

Seperti yang kita ketahui, harga kopi luwak liar biasanya lebih mahal dari pada kopi luwak penangkaran. Hal ini di sebabkan karena menurut penelitian kualitas kopi luwak liar lebih baik dari pada kopi luwak penangkaran, dan jumlahnya sangat sedikit. Namun banyak juga timbul pertanyaan:

Continue reading